Tips dan Trik

Mengenal Jenis-Jenis Work in Process Inventory dalam Industri Manufaktur

Pernah mendengar istilah Work in Process (WIP) Inventory? Ini merujuk pada barang-barang yang sedang dalam proses produksi tetapi belum selesai, dan mencakup semua bahan baku yang telah dimulai proses produksinya tetapi belum siap untuk dijual.

WIP Inventory dapat dipahami dengan contoh sederhana dari proses pembuatan baju. Sebuah pabrik baju sudah membeli kain dan bahan lainnya, lalu dimasukkan ke dalam proses pembuatan. Barang-barang yang belum menjadi baju jadi itulah yang dikategorikan sebagai WIP Inventory. Ini bisa termasuk kain yang sedang dijahit, desain yang sedang dibuat, atau produk setengah jadi lainnya yang masih membutuhkan beberapa langkah untuk menjadi baju siap pakai.

Ada beberapa alasan mengapa WIP Inventory penting dalam industri manufaktur, di antaranya adalah karena mengelola WIP Inventory dengan baik dapat meningkatkan efisiensi produksi. WIP Inventory juga dapat memberikan informasi penting dalam perencanaan produksi. Selain itu, mengelola WIP Inventory akan membantu dalam pengendalian biaya. Ketahui lebih banyak seputar WIP Inventory melalui ulasan di bawah ini.

Baca juga: Alasan Inventory Turnover Penting untuk Kesehatan Bisnis Anda

Jenis-Jenis Work in Process Inventory

Sumber: Freepik

Berikut ini adalah beberapa jenis Work in Process Inventory yang umum ditemukan dalam industri manufaktur:

1. Berdasarkan Tahapan Produksi

  • WIP Bahan Baku: Ini adalah bahan baku yang sudah dikeluarkan dari gudang dan siap diolah. Pada tahap ini, bahan baku sudah disiapkan untuk proses produksi. Contohnya adalah kain yang sudah dipotong untuk pembuatan baju, di mana kain tersebut akan digunakan dalam langkah selanjutnya untuk menjahit produk.
  • WIP Komponen: Ini adalah komponen yang telah dirakit sebagian, namun belum menjadi produk jadi. Komponen ini sering kali menjadi bagian dari produk akhir yang lebih kompleks. Contohnya, rangka mobil yang sudah dirakit tetapi belum dilengkapi dengan mesin atau bagian lainnya.
  • WIP Produk Setengah Jadi: Produk yang sudah melewati beberapa tahapan produksi, tetapi belum selesai sepenuhnya, di mana produk ini biasanya memerlukan lebih banyak langkah untuk mencapai bentuk akhir. Contohnya, baju yang sudah dijahit tetapi belum diberi kancing atau finishing lainnya, sehingga masih dianggap setengah jadi.

2. Berdasarkan Sifat Produk

  • WIP Produk Standar: Produk yang diproduksi secara massal dengan spesifikasi yang sama, sering kali dihasilkan dalam jumlah besar dan dalam skala industri. Contohnya adalah produksi botol minuman, di mana semua botol memiliki spesifikasi yang sama dan diproduksi dalam jumlah besar.
  • WIP Produk Pesanan: Produk yang diproduksi berdasarkan pesanan khusus dengan spesifikasi unik, proses produksinya biasanya lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Contohnya, pembuatan mesin khusus yang dirancang sesuai dengan permintaan dan spesifikasi pelanggan tertentu, sehingga tidak ada dua produk yang sama.

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Bisnis dengan 4 Poin Penting Inventory Days

Tips Mengelola Work in Process Inventory

Sumber: Freepik

Mengelola Work in Process Inventory dengan efektif sangat penting untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengelola WIP Inventory:

1. Terapkan Sistem Inventory Management yang Efektif

Mengimplementasikan sistem manajemen persediaan yang baik sangat penting untuk mengelola WIP dengan efisien. Beberapa metode yang dapat diterapkan adalah FIFO (First-In, First-Out), LIFO (Last-In, First-Out), dan Just-in-Time (JIT).

2. Gunakan Teknologi untuk Tracking dan Monitoring WIP

Memanfaatkan teknologi modern juga akan sangat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan WIP. Beberapa contoh teknologi yang dapat digunakan adalah software inventory yang memungkinkan pelacakan real-time dan pemantauan status WIP. Software ini sering dilengkapi dengan fitur analisis yang membantu dalam pengambilan keputusan. 

Selain itu, implementasikan sistem pemindaian barcode untuk mempercepat proses pencatatan dan pengeluaran barang. Dengan memindai barang saat berpindah lokasi, maka Anda dapat meminimalkan kesalahan dan meningkatkan akurasi data persediaan.

3. Optimalkan Alur Produksi untuk Meminimalkan Waktu Tunggu

Tinjau dan optimalkan alur produksi untuk memastikan proses berjalan dengan efisien dan mengurangi waktu tunggu. Beberapa langkah yang dapat diambil adalah menganalisis setiap tahap produksi untuk menemukan bottlenecks dan mengimplementasikan solusi untuk mempercepat proses. Kemudian, mengatur tata letak fasilitas produksi agar alur kerja lebih lancar, sehingga meminimalkan perpindahan barang dan waktu tunggu.

4. Lakukan Kontrol Kualitas secara Berkala

Mengimplementasikan kontrol kualitas yang ketat di setiap tahap produksi akan membantu memastikan bahwa produk WIP memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Langkah-langkah yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  • Melakukan inspeksi secara berkala pada produk setengah jadi untuk mendeteksi cacat lebih awal, yang dapat menghindari pemborosan waktu dan sumber daya.
  • Memberikan pelatihan kepada para staf tentang prosedur kontrol kualitas untuk memastikan bahwa setiap anggota tim memahami pentingnya menjaga standar kualitas tinggi selama proses produksi.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Inventory Tracking Methods dan Tantangannya

Pengelolaan WIP yang efektif berkontribusi pada profitabilitas, sebab dengan meminimalkan kelebihan stok dan memaksimalkan penggunaan sumber daya, perusahaan dapat mengurangi biaya penyimpanan dan meningkatkan cash flow

Ketika WIP dikelola dengan baik, maka produk dapat bergerak lebih cepat melalui proses produksi, sehingga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan menghasilkan pendapatan.

Selain itu, pentingnya menggunakan teknologi dalam pengelolaan WIP tidak dapat diabaikan. Memanfaatkan platform digital, seperti software manajemen persediaan dan sistem pemantauan berbasis barcode, dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam tracking WIP. Salah satu contoh inovatif adalah menggunakan platform Borong Direct

Platform ini menawarkan fitur yang lengkap untuk manajemen distribusi, mulai dari pengelolaan inventori, penetapan harga multi-tier, hingga integrasi dengan aplikasi sales lapangan. Menariknya lagi, Borong Direct dapat terintegrasi dengan Borong Market yang merupakan marketplace aggregator yang menghubungkan buyer dan seller B2B.

Dengan teknologi ini, perusahaan Anda dapat mengurangi waktu pengadaan dan biaya operasional, sekaligus meningkatkan responsivitas terhadap perubahan permintaan pasar. Hubungi tim Borong sekarang, klik di sini!

seo@borong.com

Published by
seo@borong.com

Recent Posts

Panduan Lengkap Manajemen Restoran untuk Pebisnis Kuliner: Strategi dan Solusi Praktis

Sebagai seorang pebisnis idealnya seseorang memiliki kemampuan manajemen yang baik. Pada bisnis restoran, kemampuan ini…

1 week ago

Manajemen Karyawan yang Efektif untuk Bisnis Kuliner, Ini 4 Strateginya!

Bisnis dalam sektor apa pun selalu melibatkan SDM sebagai salah satu faktor signifikan dalam kegiatannya.…

1 week ago

Cara Mengurus Sertifikat Halal untuk Bisnis Kuliner Anda: Panduan Lengkap

Memiliki sertifikat halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kunci untuk memenangkan kepercayaan…

2 weeks ago

6 Cara Promosi Makanan yang Efektif untuk Pebisnis Kuliner

Menjalankan bisnis kuliner tidak hanya soal menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga bagaimana menjangkau lebih…

2 weeks ago

Memahami Mata Rantai Distribusi: Kunci Efisiensi Bisnis Anda!

Dalam dunia bisnis, kelancaran distribusi barang sangat menentukan kesuksesan perusahaan. Sebuah produk yang berkualitas tidak…

2 weeks ago

9 Tren Terbaru di Industri Ritel & Peluang Bisnis di 2025

Industri ritel adalah salah satu sektor industri yang memiliki cakupan luas, dan melibatkan banyak pihak.…

2 weeks ago