Tips dan Trik

Cara Menghitung HPP Makanan untuk Pebisnis Kuliner

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi makanan hingga siap dijual. Dalam bisnis kuliner, cara menghitung HPP makanan secara akurat sangat penting karena berpengaruh pada penetapan harga jual yang kompetitif, profitabilitas, serta optimalisasi keuntungan. 

Dengan perhitungan yang tepat, pelaku usaha dapat menghindari kerugian akibat harga jual yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Untuk memahami lebih dalam tentang cara menghitung HPP makanan, simak ulasan berikut ini!

Komponen yang Perlu Diperhitungkan dalam HPP Makanan

Source: Freepik

Berikut ini adalah komponen-komponen utama yang perlu diperhitungkan dalam HPP makanan:

1. Biaya Bahan Baku

Bahan utama seperti daging, sayuran, bumbu, dan bahan pelengkap lainnya termasuk dalam biaya bahan baku. Perhitungan harus mencakup seluruh bahan yang digunakan dalam proses produksi.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Upah pekerja yang terlibat langsung dalam produksi. Ini termasuk gaji chef, koki, atau karyawan yang bertugas di dapur dalam proses produksi makanan.

3. Biaya Overhead

Biaya-biaya tambahan seperti:

  • Biaya gas dan listrik yang digunakan untuk memasak.
  • Sewa tempat usaha.
  • Peralatan dapur dan perawatannya.

Contoh:

Sebuah restoran membuat 100 porsi makanan dengan total biaya bahan baku Rp1.000.000, biaya tenaga kerja langsung Rp500.000, dan biaya overhead Rp300.000. Maka, cara menghitung HPP makanan yang akurat adalah sebagai berikut:

Rumus dasar perhitungan HPP makanan:

HPP = (Total Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead) / Jumlah Produk yang Dihasilkan

HPP = (1.000.000 + 500.000 + 300.000) / 100 = Rp18.000 per porsi

Dengan rumus ini, Anda dapat menentukan harga jual yang tepat dengan menambahkan margin keuntungan yang diinginkan.

Baca juga: 5 Tips Jitu Menciptakan Restoran dengan Suasana Nyaman

Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Menghitung HPP

Cara menghitung HPP dengan akurat adalah kunci untuk mengetahui keuntungan sebenarnya dalam bisnis. Sayangnya, banyak pelaku usaha sering melakukan kesalahan yang dapat berdampak pada perhitungan laba dan pengambilan keputusan keuangan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum dalam perhitungan HPP yang perlu dipahami:

1. Tidak Mencatat Pengeluaran dengan Rinci

Banyak bisnis, terutama usaha kecil dan menengah, sering mengabaikan pencatatan detail pengeluaran. Misalnya, pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, atau biaya tambahan lainnya tidak tercatat dengan baik. Hal ini menyebabkan HPP yang dihitung menjadi tidak akurat dan bisa membuat bisnis terlihat lebih menguntungkan atau merugikan dari yang sebenarnya.

2. Mengabaikan Biaya Overhead

Biaya overhead seperti listrik, air, sewa tempat, pajak, dan gaji karyawan sering kali tidak diperhitungkan dalam HPP. Padahal, biaya ini berkontribusi dalam proses produksi dan harus dimasukkan agar perhitungan HPP lebih akurat.

3. Tidak Menghitung Bahan yang Terbuang atau Rusak

Dalam proses produksi, pasti ada bahan yang terbuang atau rusak, baik karena kesalahan produksi, kualitas bahan baku yang kurang baik, atau faktor lainnya. Jika bahan yang tidak terpakai ini tidak dihitung, maka biaya produksi yang sesungguhnya bisa lebih besar dari yang diperkirakan.

4. Menggunakan Metode Perhitungan yang Tidak Akurat

Banyak bisnis menggunakan metode yang tidak sesuai dengan jenis usaha mereka, seperti mencampur metode FIFO (First In First Out) dan LIFO (Last In First Out) secara tidak konsisten. Sehingga akibatnya, perhitungan HPP menjadi tidak valid.

Baca juga: Gagal di Bisnis Restoran? Hindari Kesalahan Ini!

Strategi Menekan HPP Tanpa Mengurangi Kualitas Produk

Source: Freepik

Strategi yang dapat diterapkan untuk menekan HPP tanpa harus mengurangi kualitas produk adalah sebagai berikut:

1. Membeli Bahan Baku dalam Jumlah Besar

Membeli bahan baku dalam jumlah besar dapat membantu bisnis mendapatkan harga grosir yang lebih murah dibandingkan dengan pembelian dalam jumlah kecil. Namun, agar strategi ini efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih pemasok terpercaya yang menawarkan harga kompetitif dan kualitas bahan baku yang konsisten.
  • Pastikan bahan baku memiliki masa simpan yang cukup lama atau memiliki sistem penyimpanan yang baik agar tidak cepat rusak.
  • Jalin kerja sama dengan pemasok untuk mendapatkan harga terbaik melalui negosiasi atau sistem kontrak jangka panjang.

2. Mengoptimalkan Stok dan Mengurangi Pemborosan

Mengelola stok bahan baku secara efisien dapat mengurangi pemborosan dan menghindari kerugian akibat bahan yang kedaluwarsa atau rusak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Terapkan sistem FIFO agar bahan yang lebih lama disimpan digunakan lebih dulu.
  • Gunakan sistem pencatatan stok yang terintegrasi dengan prediksi kebutuhan harian untuk menghindari pembelian berlebihan.
  • Lakukan pengecekan rutin terhadap stok bahan baku agar tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan.

3. Menerapkan Sistem Pencatatan Keuangan yang Akurat

Keuangan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu dan meningkatkan HPP. Oleh karena itu, pencatatan keuangan yang akurat sangat penting untuk memastikan setiap biaya yang dikeluarkan sesuai dengan anggaran. Beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  • Gunakan aplikasi atau software akuntansi untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan lebih rapi dan transparan.
  • Analisis secara rutin biaya produksi dan cari peluang untuk mengurangi pengeluaran yang tidak esensial tanpa mengorbankan kualitas bahan baku.
  • Buat laporan keuangan yang jelas untuk melihat tren pengeluaran dan potensi penghematan.

Dengan menerapkan strategi ini, bisnis kuliner Anda dapat tetap kompetitif dengan HPP yang lebih efisien tanpa menurunkan kualitas produk. Mengelola bahan baku dengan cermat, mengoptimalkan stok, serta menjaga pencatatan keuangan yang akurat akan membantu bisnis berkembang lebih stabil dan menguntungkan.

Baca juga: Strategi Jitu Restoran dengan Sistem All You Can Eat

Mengelola Bisnis Kuliner dengan Lebih Profesional

Selain memahami HPP, Anda juga perlu memiliki sistem pencatatan yang rapi. Salah satu solusi terbaik adalah menggunakan sistem POS (Point of Sale), yang dapat membantu dalam:

  • Mencatat transaksi penjualan secara otomatis.
  • Melacak stok bahan baku dan produk dengan lebih mudah.
  • Memantau laporan penjualan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Anda bisa memilih dan menggunakan Borong POS untuk membantu pencatatan transaksi dan pengelolaan bisnis yang lebih profesional. Cek info lengkapnya, klik di sini!

seo@borong.com

Published by
seo@borong.com

Recent Posts

Panduan Lengkap Manajemen Restoran untuk Pebisnis Kuliner: Strategi dan Solusi Praktis

Sebagai seorang pebisnis idealnya seseorang memiliki kemampuan manajemen yang baik. Pada bisnis restoran, kemampuan ini…

7 days ago

Manajemen Karyawan yang Efektif untuk Bisnis Kuliner, Ini 4 Strateginya!

Bisnis dalam sektor apa pun selalu melibatkan SDM sebagai salah satu faktor signifikan dalam kegiatannya.…

7 days ago

Cara Mengurus Sertifikat Halal untuk Bisnis Kuliner Anda: Panduan Lengkap

Memiliki sertifikat halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kunci untuk memenangkan kepercayaan…

1 week ago

6 Cara Promosi Makanan yang Efektif untuk Pebisnis Kuliner

Menjalankan bisnis kuliner tidak hanya soal menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga bagaimana menjangkau lebih…

1 week ago

Memahami Mata Rantai Distribusi: Kunci Efisiensi Bisnis Anda!

Dalam dunia bisnis, kelancaran distribusi barang sangat menentukan kesuksesan perusahaan. Sebuah produk yang berkualitas tidak…

1 week ago

9 Tren Terbaru di Industri Ritel & Peluang Bisnis di 2025

Industri ritel adalah salah satu sektor industri yang memiliki cakupan luas, dan melibatkan banyak pihak.…

1 week ago