Sumber: Freepik
Bisnis dalam sektor apa pun selalu melibatkan SDM sebagai salah satu faktor signifikan dalam kegiatannya. Hal ini juga berlaku pada sektor kuliner. Manajemen karyawan yang baik akan membantu Anda dalam banyak hal, mulai dari efisiensi operasional, hingga pengalaman pelanggan yang lebih baik ketika berkunjung ke gerai yang ada.
Model bisnis restoran, bakery, atau kafe, sama-sama memerlukan pengelolaan karyawan yang baik. Keberadaan SOP yang jelas tidak akan berjalan optimal jika tanpa didukung SDM yang tepat. Misalnya saja, meski Anda memiliki resep andal, namun produk yang dihasilkan berisiko tidak sesuai jika juru masak yang ditugaskan tidak memenuhi kualifikasi yang diperlukan.
Lebih jauh, manajemen karyawan juga akan berdampak langsung pada efisiensi operasional, kualitas pelayanan pada pelanggan, serta kepuasan yang didapatkan pelanggan. Maka artikel ini bertujuan untuk membantu Anda membedah poin penting dalam urusan ini agar tingkat pengelolaan SDM yang dimiliki dapat terus ditingkatkan.
Baca juga: 6 Keuntungan Central Kitchen untuk Mengelola Operasional Restoran
Upaya optimasi potensi yang dimiliki karyawan tidak selalu berjalan lancar. Hal ini dipicu karena 4 tantangan umum yang muncul pada sebagian besar bisnis kuliner yang ada. Tantangan yang dimaksud adalah sebagai berikut.
Setiap gerai memiliki jumlah karyawan ideal yang jelas. Namun hal ini menjadi masalah ketika total karyawan yang dimiliki fluktuatif karena satu dan lain hal. Dilansir dari salah satu artikel di IDN Times, salah satu posisi pekerjaan dengan tingkat turnover tertinggi adalah waiters. Tentu ini dapat menjadi gambaran terkait tantangan tersebut.
Ketika karyawan yang dimiliki terus berganti, maka efisiensi operasional yang diharapkan akan sulit terwujud karena bisnis terus berada dalam tahap adaptasi karyawan baru.
Beban kerja yang tinggi pada jam sibuk menuntut Anda untuk memiliki sistem pengaturan shift yang jelas. Tanpa sistem ini, karyawan dapat mengalami kelelahan dan penurunan performa, yang berakibat pada pelayanan kurang optimal.
Tantangan ini muncul pada bisnis yang masih menggunakan sistem pengaturan jam kerja manual, sehingga terkadang membingungkan karyawan yang bertugas. Masalah akan muncul ketika pengaturan jadwal yang diberikan tidak adil, bertumpuk, dan sejenisnya.
Tekanan operasional dalam bisnis kuliner selalu tinggi. Hal ini menuntut setiap karyawan dapat menunjukkan kinerja di titik yang diharapkan, sehingga setiap tugas dapat diselesaikan dengan baik. Bisnis harus menghadapi berbagai tantangan dari berbagai sisi, mulai dari penggunaan smartphone di waktu kerja yang dapat mengalihkan fokus, hingga distribusi pekerjaan yang terkadang tidak merata.
Tantangan keempat pada manajemen karyawan pada bisnis kuliner adalah memaksimalkan koordinasi antar tim. Bagian dapur, kasir, dan layanan pelanggan, wajib memiliki jalur komunikasi yang jelas, transparan, dan tanpa adanya delay.
Masalah pada komunikasi muncul ketika tidak tersedianya jalur komunikasi yang dapat digunakan dengan lancar oleh setiap tim, sehingga informasi penting tidak dapat segera dipahami oleh tim berikutnya. Efek domino dapat muncul, dan menimbulkan kekacauan di dalam sistem dan operasional.
Baca juga: Strategi Sukses Bisnis Kuliner di Hari Valentine, Ide Kreatif untuk Meningkatkan Penjualan
Bisnis harus mampu menghadapi tantangan yang muncul dalam urusan manajemen karyawan sehingga dapat memiliki operasional dan pelayanan yang baik untuk kepuasan pelanggan.
Maka dari itu, terdapat sedikitnya 4 strategi yang dapat Anda cermati untuk memperoleh insight mengenai bagaimana cara mengelola SDM di dalam bisnis yang ideal.
Sejak tahap awal, bisnis wajib memiliki kriteria dan proses rekrutmen yang baik. Memahami apa yang dibutuhkan bisnis dapat menjadi langkah awal penentuan kriteria calon karyawan sebelum kemudian diterapkan untuk memperoleh SDM yang tepat.
Tidak hanya itu, setelah mendapatkan SDM yang tepat Anda juga sebaiknya secara rutin melakukan pelatihan. Pelatihan yang dimaksud berlaku dalam setiap konteks, baik pelatihan kemampuan teknis, atau pelatihan non-teknis yang dipandang dapat mendukung kinerja karyawan tersebut.
Setiap karyawan wajib memiliki jadwal yang ideal dengan perhitungan waktu sibuk bisnis yang Anda miliki. Pemanfaatan sistem digital untuk membantu pengelolaan shift kerja masing-masing karyawan akan menjadi solusi, sebab sistem seperti ini dapat mengelola jadwal kerja dengan lebih adil.
Penugasan pada waktu sibuk dapat dibagi dengan adil untuk setiap karyawan, sehingga tidak ada karyawan yang memiliki beban kerja terlalu besar terus menerus. Di sisi lain, Anda juga akan memperoleh fleksibilitas penjadwalan ulang jika memang diperlukan sesuai dengan kebutuhan, dengan tetap mempertimbangkan keadilan pembagian jam kerja.
Strategi ketiga untuk mengoptimalkan manajemen karyawan adalah dengan pengelolaan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem evaluasi untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga, seperti pada standar kualitas produk yang disajikan.
Secara berkala, Anda dapat melakukan evaluasi untuk masing-masing karyawan. Idealnya evaluasi yang diberikan bersifat konstruktif, sehingga karyawan yang bertugas memahami apa kekurangan yang telah terjadi, dan bagaimana cara meningkatkan hal tersebut agar pelanggan memperoleh layanan yang lebih memuaskan.
Produk kuliner yang lezat selalu berasal dari dapur yang berkualitas. Maka dapat diartikan pelanggan yang puas dapat diperoleh ketika setiap karyawan memiliki kebanggaan dan kepuasan atas apa yang mereka kerjakan.
Bekerja dengan sepenuh hati akan memberikan output yang maksimal, dan berdampak baik pada produk serta layanan. Berikan motivasi, baik dalam bentuk insentif atau bentuk lain, untuk terus memacu kinerja karyawan agar tetap stabil di titik tertingginya.
Penerapan strategi manajemen karyawan yang disebutkan di atas dapat berjalan jauh lebih baik ketika melibatkan teknologi tepat guna. Misalnya saja dengan sistem POS yang berkualitas dan telah terbukti andal.
Sistem POS secara umum berfungsi untuk membantu pengelolaan transaksi yang dilakukan di setiap gerai. Sistem ini akan terhubung pula dengan sistem pengelolaan persediaan, sehingga memastikan setiap menu yang ditampilkan memiliki bahan baku untuk memproduksinya.
Di sisi lain, sistem ini juga dapat membantu Anda sebagai pemilik bisnis kuliner untuk mengelola jadwal dan produktivitas karyawan. Data-data ini terekam secara otomatis pada sistem yang dimiliki, sehingga optimasi kinerja setiap karyawan dan tim dapat dimaksimalkan.
Keberadaan sistem POS dalam bisnis kuliner modern menjadi hal yang sangat diperlukan, mengingat fungsi mendasarnya yang benar-benar dapat meningkatkan produktivitas bisnis.
Tidak hanya mengoptimalkan proses transaksi, sistem POS yang tepat juga akan membantu mengelola shift kerja karyawan, membantu monitoring bahan baku dan persediaan, serta memberikan pelayanan yang baik pada pelanggan setia bisnis Anda.
Sistem POS yang andal dapat Anda peroleh pada produk Borong POS. Sistem yang kami sediakan akan memberikan fitur tepat guna untuk bisnis, sehingga upaya memaksimalkan manajemen karyawan dapat dilakukan dengan lebih baik.
Masing-masing fitur yang ditawarkan untuk urusan ini adalah:
Tiga fitur di atas juga akan dilengkapi dengan fitur sistem POS secara umum, sehingga dukungan tidak hanya didapatkan pada upaya optimasi kinerja karyawan namun juga operasional bisnis secara menyeluruh.
Baca juga: 6 Manfaat Beralih ke Sistem POS untuk Manajemen Cafe
Jadi, salah satu pilar utama dalam mencapai sukses pada bisnis kuliner adalah memiliki strategi manajemen karyawan yang ideal. Dengan demikian, bisnis dapat bergerak dengan efektif dan memanfaatkan peluang dan potensi yang ada di pasar.
Pengelolaan karyawan yang baik akan memberikan produk dan layanan optimal pada pelanggan bisnis kuliner Anda. Dengan dukungan Borong POS, semua proses bisnis akan dapat dijalankan dengan lebih mudah sehingga berdampak pada peningkatan keuntungan jangka panjang.
Hubungi kami sekarang, dan segera gunakan Borong POS untuk mengoptimalkan manajemen karyawan dan operasional pada bisnis kuliner yang Anda miliki!
Sebagai seorang pebisnis idealnya seseorang memiliki kemampuan manajemen yang baik. Pada bisnis restoran, kemampuan ini…
Memiliki sertifikat halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kunci untuk memenangkan kepercayaan…
Menjalankan bisnis kuliner tidak hanya soal menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga bagaimana menjangkau lebih…
Dalam dunia bisnis, kelancaran distribusi barang sangat menentukan kesuksesan perusahaan. Sebuah produk yang berkualitas tidak…
Industri ritel adalah salah satu sektor industri yang memiliki cakupan luas, dan melibatkan banyak pihak.…
Katalog produk merupakan salah satu alat pemasaran yang efektif untuk menampilkan berbagai produk secara sistematis…